Home Member Story Partiwi Pemenang 1 Tempe Gila Selling Competition

Partiwi Pemenang 1 Tempe Gila Selling Competition

0

Bisnis kuliner menjadi salah satu bisnis prospektif jika Anda berhasil menjualnya secara online. Hal itu terjadi pada Member Bandros yang satu ini, Si Pemenang Pertama Tempe Gila Selling Competition.

Apa saja rahasianya? Yuk kita intip bagaimana dia memenangkan kompetisi ini.

Partiwi, lebih akrab disebut Tiwi, Ibu muda yang pada awalnya memilih  produk Tempe Gila bukan untuk diperjualbelikan, lho. Kepada Bandros pun Tiwi menceritakan,

“Awalnya saya jadikan Tempe gila untuk gratisan buyer yang belanja banyak. Rata-rata setelah itu mereka order Tempe Gila”

Tiwi sadar bahwa berbisnis online perlu trik agar pelanggan betah berbelanja di toko onlinenya. Memberi  Tempe Gila secara cuma cuma menjadi indikator penting dalam karir bisnis onlinenya.

Rupa-rupanya pelanggan Tiwi malah ketagihan mencicipinya. Melihat fenomena tersebut, tanpa menimbangnya lebih lama, Tiwi dengan optimisme tinggi menjual Tempe Gila secara official.

Seperti apa caranya pertama kali membuka bisnis Tempe Gila?

“Saya buka beberapa toko di marketplace khusus jualan Tempe Gila semua,” terangnya.

Hal ini dilakukannya bersandar pada kunci keberhasilan bisnis di dunia online adalah upaya menspesifikasikan dan konsistensikan produk  yang dijual sehingga memudahkan pelaku usaha mencapai pembeli tertarget.

Rahasia Berjualan Laris di Fanpage Facebook

Namun Tiwi tetap mendapatkan kesulitan pada awalnya.

“Awalnya sempat pesimis karena tokonya sepi.”

Rasa pesimis dibungkamnya dengan kemudian mengikuti Challenge Tempe Gila Selling Competition yang diadakan Bandros.

Adakah hal berbeda dengan yang biasa dilakukannya dalam berjualan online dari biasanya?

“Tentu saja,” katanya. Mengingat Tempe Gila adalah produk kuliner yang baru dijualnya maka Tiwi mengambil beberapa langkah berikut.

Langkah pertama, Tiwi memutus untuk menyelami product knowledge dari Tempe Gila,

“Saya nyobain sendiri sehingga nanti jika ada yang bertanya bisa menjelaskan seperti apa  rasanya,” ujar perempuan asal Depok ini.

Penjelasan mengenai rasa adalah hal penting dari bisnis camilan/ kuliner dalam dunia online.

Langkah kedua, Sediakan untuk jalur offline.

“Saya nyetok Tempe Gila untuk offline,” imbuhnya

Tiwi adalah salah satu top member yang memulai usahanya dari offline, pengalaman tersebut membuatnya lebih progress dan memahami dua sistem selling secara offline dan online.

Partiwi : Dari Belanja Online Ke Jualan Online

Sistem offline membantunya menemukan konsumen baru yang kemudian menjadi ajang marketing gratis dari mulut ke mulut kemudian dari akun ke akun yang mereka rekomendasikan satu sama lain sehingga bisa menjadi database serta data testimoni.

Mengingat produk Tempe Gila memiliki rasa yang enak dan menjadi  salah saty value,Tiwi pun sependapat mengenai hal tersebut

“Rata-rata buyer suka rasanya dan kembali repeat order,” imbuhnya.

Langkah berikutnya Tiwi membuka toko online khusus Tempe Gila yang terpisah dengan toko online yang dimiliki sebelumnya.

“Untuk online Saya buka beberapa toko di marketplace khusus jualan Tempe Gila semua,” urainya .

Beberapa marketplace yang dijadikan lapak Tempe Gila diantaranya; Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia.

“Sedangkan sosial media, Saya hanya menggunakan Facebook saja,” terangnya dan Dia mengaku bahwa selling via online lebih gencar dilakukannya selama Challenge.

Mengikuti Tempe Gila Selling membuatnya termotivasi untuk gercar berjualan di marketplace dan social media. Upayanya berhasil, Tiwi mendapatkan omset minimal 10 juta rupiah selama Periode 11 September 2017 – 31 December 2017 yang ditetapkan Challenge tersebut.

Adakah kesulitan selama Challenge?

Selama challenge Tiwi menerangkan kesulitan yang dialaminya. Rupanya masalah ongkos kirim menjadi salah satu masalah yang menimpanya.

“Saya cukup kesulitan pada masalah ongkir. Buyer masih pikir-pikir  setiap kali belanja banyak. Untuk 10 pieces saja kena volume 3kg.

Partiwi meraih hadiah Samsung Galaxy J3 Pro

Bukan Tiwi namanya jika tidak bisa  mengatasi tantangan tersebut.

“Untuk buyer FB saya selalu sarankan agar melakukan order via marketplace ( shopee / bukalapak)  sehingga ongkirnya tersubsidi. Sedangkan Buyer yang  berbelanja banyak saya sarankan dengan expedisi cargo, kemarin saya pakai indah cargo,” ungkapnya.

Pencapaiannya sedikit mengejutkan karena selama Challenge Tiwi tidak mengandalkan iklam berbayar untuk menarik buyer. Lalu apa yang menjadi rahasia promosinya?  Tiwi membeberkannya untuk Member Bandros lainnya dengan senang hati.

“ Open resellerdan harga grosir!  Berikan reseller harga khusus dan jangan lupa berikan harga grosir untuk pembelian minimal beberapa pieces.”

Aplikasikan, Bos! Kak Tiwi sudah memberikan rahasianya. Semoga Berhasil! (LAN)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here