Home Member Story Elisabet : Bandros Supplier Terbaik di Indonesia

Elisabet : Bandros Supplier Terbaik di Indonesia

1
SHARE

Berkenalan dengan Elisabet Endah Nugraheni akan membuka mata Anda mengenai supplier terpercaya yang paling professional di Indonesia.  Ingin tahu alasannya? Yuk, simak interview Bandros dengan salah satu Top Member Bandros ini.

 

Semangat entrepreneur sudah dimiliki Elisabet sejak berkuliah. Semua berawal dari kebutuhan hidup sebagai mahasiswa yang merantau. Elisabet sadar sudah terlalu sungkan untuk meminta lebih kepada orang tuanya.

“Ketika tahun 2013, Biaya hidup di perantauan semakin mahal termasuk biaya tempat tinggal, makan, dan biaya untuk menunjang perkuliahan. Rasanya sungkan meminta uang  tambahan, jadi saya mulai menekuni sebagai dropshiper,”

Saat itu, dunia gadget masih booming dengan Blackberry namun bukan berarti itu terjangkau bagi mahasiswi seperti Elisabet. Beruntungnya, Elisabet mendapatkan kesempatan untuk bisa memanfaatkan Blackberry sebagai fasilitas kampanye yang digalang dari departemen keuangan sebuah organisasi yang digelutinya di kampus.

7 Media Sosial untuk Berjualan Online

Elisabet tidak menyia-nyiakan  fasilitas tersebut, selain berkampanye, pun berjualan online mulai dirintisnya.

“Waktu itu sudah ada supplier dan saya mulai berjualan online, bahkan saya buka toko di marketplace saat itu baru hanya ada tokobagus berlangsung selama setahun dan sama sekali tidak ada hasil, “ jelas Perempuan berdomisili di Solo.

“Jadi, saya berhenti berjualan online,” ungkap perempuan mudah berusia 23 Tahun ini.

Sempat Unfollow Bandros Sebagai Supplier

Cerita pertama kali mencari supplier, Elisabet  riset semua supplier yang ada di internet, termasuk Bandros.

Ketika memutuskan untuk membuka online shop, Saya searching di Google, ketemu sih beberapa supplier salah satunya Bandros. Waktu itu mendaftar jadi  Member Bandros masih gratis tapi ada satu kendala, yaitu download katalog, selalu gagal setiap kali download karna file terlalu besar. Alhasil saya beralih ke supplier lain.”

Kemudian Elisabet menjajaki usaha dropship dengan supplier lain yang dipilihnya dan rupanya Elisabet menerangkannya apa yang dialaminya. Elisabet menuturkan,

“Kala itu fokus di supplier lain mendapatkan banyak pelanggan dan dropshiper juga, tapi barang barang mereka sangat buruk jadi saya hanya bisa mengambil keuntungan 5000 rupiah per item,”

Dan masalahnya tidak hanya sampai di situ, Elisabet menggambarkan pengalamannya dengan supplier tersebut,

“Tentu saja masalah-masalah sejak itu bermunculan, seperti  barang robek pun mereka kirim, barang tidak sesuai dengan gambar.”

Akibatnya terlalu banyak barang rejected, bahkan kamar kosn yang ditempatinya penuh dengan barang reject dan paling memilukan adalah Elisabet harus membayarnya.

Imbasnya Elisabet tidak mendapat keuntungan dari supplier tersebut sampai menurutnya itu masa terburuk yang dilaluinya selama hidup menjadi mahasiswa.

“Lah ya untuk makan di warteg pun, Saya  harus pikir-pikir dulu  hingga mie instan menjadi teman untuk beberapa bulan.  Saat terpuruk saya teringat Bandros .”

Momen itu membuatnya teringat pada produk-produk Bandros yang bagus kemudian Elisabet memutuskan untuk mencoba menekuninya.

Kembalilah Saya membuka website Bandros ketika itu Bandros sedang masa peralihan ke web yang baru.  Saya sudah lupa akun lama saya dan mendaftar kembali yang saat itu  dikenakan biaya lima puluh ribu rupiah,  Saya pun memberanikan diri dengan meminjam modal kepada saudara, bahkan saya sangat  rajin berkunjung ke kos teman yang memiliki wifi untuk download katalog Bandros.”

Perjuangannya menuai hasil, usaha tersebut membuatnya menjadi salah satu Top Member Bandros, sekarang Elisabet meraih  keuntungan 20 juta per bulan dari berjualan online.

 

Modal  50 Ribu, Untung 20 Juta Perbulan

Ketika ditanya tentang competitor, perempuan yang asik dengan hobi menulis ini mengungkapkan bahwa persaingan dalam dunia berjualan online cukup ketat. Tak jarang, Elisabet harus memutar otak memikirkan strategi berjualan.

Menurutnya butuh mental dan kemauan yang kuat untuk bisa bertahan, pasalnya competitor onlineshop tidak sedikit, terlebih beberapa diantara mereka sudah memiliki kredibelitas dan terkenal.

Meski begitu Elisabet terbuka bagaimana caranya menangani competitor,

“Jadikan competitor sebagai  penyemangat. Saya tidak focus untuk mengalahkan competitor, cukup menjaga pelayanan dengan baik dan berusaha fast response saja dalam menghadapi pelanggan,” terangnya.

5 Cara Menangani Customer Komplain Ketika Berjualan Online

Upayanya mulus membuat onlineshop-nya bertahan di beberapa marketplace seperti Shopee, Bukalapak dan Tokopedia yang sudah dimoderasi permanen oleh pihak Tokopedia sendiri.

Elisabet mengakui bahwa  pencapaiannya selama ini tidak terlepas dari layanan dan fitur Bandros yang mengerti kebutuhan customer online di negeri ini.

Pertama, Saya melihat di Bandros yang paling penting adalah ‘Boleh retur’ itu merupakan hal utama yang  tidak dimiliki oleh supplier-supplier lain. Kedua, foto foto katalog Bandros sudah agak really, maka pembeli puas dan kebanyakan melakukan repeat order karna suka dengan barang barangnya. Ketiga,  ‘resi cepat sekali terbit’ kelebihan ini jarang dimiliki oleh pelaku bisnis online lainnya kebanyakan mereka menerbitkan resi sekitar H+1 bahkan H+2 keburu pesanan dibatalkan oleh marketplace. Keempat, CS Bandros yang  fast respond, itu yang membuat bisnis semakin lancar.”

Top Member yang satu ini juga memiliki fitur favorit di Bandros.

“Saya suka sekali dengan fitur Real Pict-nya Bandros. Karena fitur   ini tidak dimiliki oleh supplier lainnya. Menurut Saya fitur ini menjadi senjata ampuh untuk berjualan karena kebanyakan customer online nyatanya  trauma berbelanja olshop disebabkan tertipu dengan foto katalog yang tidak sesuai dengan produk fisiknya,” tuturnya.

Baca: Fitur Baru : Real Pic – Penyedia Foto Produk Tanpa Proses Editing

Dengan fasilitas dan produk Bandros yang berkualitas, Elisabet menekankan bahwa tidak masalah untuk mengambil keuntungan 50 ribu atau bahkan 100 ribu per item setiap produk.

Baca:  Bagus TWP: Jurus Banting Harga Sudah Kuno

“Itu yang membuat income saya meningkat dan dapat meningkatkan taraf hidup, yang tadinya di kos- kosan akrab dengan mie instan sekarang bisa menjadi inspirasi bagi teman teman,” ujarnya tergelak.

Elisabet (doc.pribadi)

Dapat Supplier Keren Tidak Berarti Lupa 3B

“Kesuksesan adalah ketika dapat menolong seseorang bangkit dari keterpurukannya dan mendapat kebebasan finansial,” ujar Elisabet saat ditanya kesuksesan seperti apa baginya.

Elisabet sedikit tergelak saat mengingat kesulitan yang dialaminya pada pertama kali memulai bisnis online. 3B menjadi referensinya untuk berusaha menjalankan bisnis online yang digelutinya selama ini: Berdoa, Belajar, Bekerja keras.

“Berdoalah karena tidak akan sukses jika Sang Pencipta tidak menghendakinya. Belajarlah karena Anda  harus  menambah ilmu dan mengembangkan talenta. Bekerja keraslah karena tidak ada kesuksesan tanpa bekerja keras. Jika Anda malas, jangan harap untuk menjadi sukses.”

Bahkan, Mahasiswa terampil ini berbaik hati untuk membagikan saran untuk member Bandros yang baru atau sedang merintis bisnis onlinenya,

 “Untuk pemula sebaiknya mulailah dengan bekerja keras, upload produk sebanyak mungkin di marketplace, jangan lupa untuk edit judul jangan sampai judul Anda sama persis dengan  yang ada di Bandros.”

Lho, kenapa?

“Jangan tulis kode produk di judul karna Anda akan bersaing dengan ribuan orang yang menjual produk yang sama, gunakanlah kode Anda sendiri Jadi, buatlah kode produk sendiri,” jawabnya.

Mengingat konsep kesuksesan yang dimilikinya, Elisabet berharap target kedepannya bisa  membuat website berbasis reseller miliknya sendiri.

Hal tersebut berdasarkan kenyataan tidak sedikit teman-temannya yang tertarik menjadi reseller dibawah naungan usahanya sehingga aplikasi tersebut bisa memfasilitasinya dalam memajemen. Semua dilakukannya karena sadar bahwa berbagi adalah nafas dari sebuah kesuksesan,

“Alangkah senangnya bila dapat membantu teman teman untuk meraih kesuksesannya,” ungkapnya di akhir interview dengan Bandros.

Semoga terwujud ya, Kak Elisabet. Sukses selalu. (LAN)

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here