Home Member Story Agnes : Bandros Bukan Sekedar E-Commerce Biasa

Agnes : Bandros Bukan Sekedar E-Commerce Biasa

2

Karena visi-misi Bandros mengangkat produk lokal, mantan asisten penelitian ini memilih Bandros untuk usaha dropship dan raup omset belasan juta setiap bulannya.

 

 

Bisa dikatakan perempuan yang sebelumnya berprofesi sebagai asisten peneliti ini tidak menyesal menanggalkan profesinya dan beralih menjadi pelaku usaha dropship Bandros karena  menurutnya Bandros bukan sekedar e-commerce biasa, Bandros memiliki impact social yang sangat besar, termasuk membantu kelestarian satwaliar secara tidak langsung.

Seperti apa penjelasannya?

Simak wawancara redaksi dengan Peraih Top Member 2 Periode April 2107 ini.

 

Awalnya perempuan bernama lengkap Agnes Hapsari Budisaputri ini mencari alternatif usaha lain untuk menggantikan profesinya selaku asisten peneliti  agar lebih fleksibel  di ranah domestik.

“Setelah menikah, saya berniat menghentikan semua kegiatan diluar rumah, karena sebelumnya saya aktif melakukan penelitian serta konservasi satwaliar, yang mengharuskan saya harus berada di lapangan (hutan), maka saya mencari alternatif kegiatan dalam ruang yang juga berpenghasilan,” ujarnya kepada Bandros saat ditanya alasan kenapa berbisnis online.

Niatnya terwujud setelah Agnes menemukan Bandros. Dengan Bandros, perempuan berusia 28 tahun ini tidak serta merta  harus melupakan passion-nya dan kecintaannya pada profesi sebelumnya,  pasalnya  visi-misi Bandros pun meyuarakan imfact sosial yang  mengangkat produk lokal dan memajukan ekonomi masyarakat sehingga berpeluang  meminimalisir kepunahan satwaliar.  Baginya itu sangat penting.

“Hal ini, sesuai dengan passion saya sebelumnya yang juga aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mengangkat produk lokal masyarakat sekitar hutan untuk usaha meningkatkan ekonomi sehingga aktifitas yang membahayakan kelestarian satwaliar dapat diminimalisir,” terangnya.

Semangat dan tekadnya berbisnis online membuahkan hasil. Hasil yang menggembirakan bagi seorang pemula yang beralih profesi sepertinya. Agnes meraih gelar Top Member 2 Bandros Periode April 2017, bahkan member dengan ID Akaliyand ini selalu bertahan pada 10 besar Top Member Bandros setiap bulannya. Bisnis online yang serius digelutinya sejak Februari 2016 yang lalu membuatnya berhasil meraup omset 15 juta setiap bulannya.

Keberhasilannya tersebut tidak lepas dari tekad dan upayanya yang pantang menyerah, serta sering kali termotivasi karena kemudahan layanan Bandros yang dirasakannya selama ini.

“Meski saya member baru (saat itu), Tim Bandros melayani saya dengan responsif. Sebelumnya, mekanisme order dan cek stok tidak semudah seperti saat ini. Sehingga seringkali ada masalah, namun Tim Bandros sangat membantu saya dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut,”.

Layanan responsif Tim Bandros dan fitur Bandros yang inovatif membuatnya sangat berkesan karena menurutnya kesuksesan adalah ketika mampu beradaptasi dengan jaman yang berubah, itu hanya bisa diraih dengan berpikiran terbuka dan keinginan belajar.  Senada dengan apa yang dirasakannya selama menjadi member Bandros,

“Bandros sangat inovatif, selalu berkembang dan semangat itu pula yang menjadi inspirasi dan motivasi bagi saya untuk berkembang, “ ungkap si pecinta baca dan memasak ini.  

 

Dropshipper yang Memiliki Dropshipper

Sistem White Label yang dimiliki Bandros rupanya memiliki pengaruh besar dalam bisnis online Agnes. Saat ini dia memiliki dropshipper dari toko onlinenya sendiri.

“Ada beberapa konsumen yang membeli untuk dijual kembali atau dropshipper,” terangnya saat ditanya mengenai pelanggan yang dimilikinya.

Kondisi itu membuatnya selalu semangat berjualan online meski dihadapi kesulitan dalam berjualan online. Termasuk caranya menghadapi competitor-competitornya. Mengenai hal ini Agnes menuturkan,

“Selama ini saya berusaha mendongkrak kelebihan yang dimiliki. Menurut saya, setiap penjual di marketplace memiliki fasilitas yang sama, jadi kita harus mampu memberikan nilai “plus” yang membedakan dari penjual lainnya, misalnya  respon cepat, ramah dan informatif.”

Caranya tersebut efektif. Selain layanan terbaik untuk pelanggan, Agnes juga meng-upgrade pengetahuan berjualan online dengan mengikuti kursus online dan membaca banyak referensi yang menunjang kebutuhan toko online-nya, sehingga kesulitan-kesulitan yang dihadapinya teratasi.

“Sebenarnya tidak ada kesulitan berarti karena sebelumnya saya sudah melakukan pembelajaran melalui berbagai artikel, baik di forum maupun marketplace – marketplace tempat saya berjualan, serta megikuti beberapa online course mengenai berjualan di marketplace. Namun, pada awal berjualan, ada momen-momen dimana saya panik apabila ada masalah dalam pengiriman, dan juga saat menghadapi berbagai pertanyaan pembeli mengenai bahan-bahan produk, yang kemudian memotivasi saya untuk mencari tahu tentang berbagai bahan tersebut.”

Begitu baik hatinya  perempuan asal Pasuruan – Jawa Timur ini berbagi tips,

“Terus belajar dan jangan mudah menyerah. Ingin berbagi pengalaman juga, awal berjualan online, handphone dan laptop rusak karena terlalu bersemangat. Namun, hal ini saya anggap sebagai kendala pertama, yang harus saya lewati. Dengan modal meminjam handphone keponakan, saya tetap aktif berjualan meski dengan berbagai keterbatasan.”

Terakhir, Agnes bercita-cita bisa meningkatkan omset untuk mengembangkan usaha, sehingga mampu memberikan pekerjaan bagi orang-orang sekitar

Mulia sekali! Kita doakan Bobos Agnes bisa mewujudkannya. 🙂

 

Simak kisah inspiratif  Member Bandros lainnya di rubrik Member Story

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here